Kamis, 16 Desember 2010

Herpes labialis

HERPES LABIALIS

Herpes labialis adalah penyakit yang disebabkan virus herpes simplek yang bersifat laten di ganglion trigeminal aktif kembali.
Epidemologi
Sering terjadi pada orang yang mengalami gangguan kekebalan tuubuh. Dan lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria, dengan rasio perbandingan 2 : 1.
Etiologi
Karena virus herpes simplek ( HSV ) tipe 1 yang bersifat laten di dalam ganglion trigeminal yang aktif kebali menjadi herpes labialis ( cold sore ).
Factor Predosposisi
·         Rangsangan sinar matahari
·         Trauma
·         Menstruasi
·         Demam
·         Gangguan kekebalan tubuh
·         HIV
·         Stress
·         Cuacaa dingin
Manifestasi klinis
·         Paraestesia prodormal / iritasi ® seperti rasa terbakar, nyeri sedang, dan rasaa gatal.
·         Awalnya dimulai dengan rasa gatal ditempat yang terkena.
·         Panas dan limfadenopati biasanya dapat timbul sebelum munculnya vesikel
·         Eritema , kemudian vesikel di dekat pertemuan mukosa kutaneus bibir sembuh dalam 7-10 hari.
·         Vesikel itu dapat pecah dan membentuk lesi dan krusta  dalam 36 – 48 jam . pada umunya krusta akan hilang dan esi akan sembuh pada hari ke 8 dan 10.

Pemeriksaan kelinis
Dengan hapusan  ®  kerasukan virus dapat dibuktikan.


Diangnosa banding
Diangnosa Banding
Persamaan
Perbedaan
Herpes zoster
-          Virus yang bersifat laten & aktif kembali
-          Gangguan kekebalan tubuh

-          Virus varisela zoster
Impetigo
-          Terdapat vesikel
-          Pada bibir
-          Bakteri ( sreptokokus yang pathogen & staphillo kokus aureus tipe 71 )
Carcinoma
-          Pembentukan kerak pada bibir
-          Tidak diketahui etiologinya


Terapi
·         Krim acylclovir 0,5 % yang di ulasi pada daerah keluhan setiap 2 jam sekali.
·         Gangguan kekebalan tubuh perlu dengan acylclovir sistemik baik secara oral atau intra vena . dengan sedian famciclovir atau valaciclovir. Pemberianya harus 4 jam sekali karena waktu paruh nya yang pendek.

Sabtu, 13 November 2010

klasifikasi G.J. Mount

Catatan kuliah ku.
Klasifikasi mount adalah prisip preparasi seminimal mungkin. Merupakan klasifikasi baru kombinasi antara Site dan Size. Keuntungan dari menggunakan klasifikasi ini adalah kemungkinan mengenal semua lesi mulai dari tahap awal terbentuknya lesi dan melakukan tindakan invasif seminimal mungkin/ membuang jaringan gigi yang tidak mendukung seminimal mungkin.

Site adalah  permukaan yang sering terjadinya akumulasi plak .

  • Site 1 : pada daerah oklusal  
  • Site 2 : pada daerah aproksimal
  • Site 3 : pada daerah servikal
Size adalah suatu proses prkembangan lesi karies.
  • Size 0 : lesi awal sebagai tanda telah terjadinya demineralisasi ( harus dialkukan remineralisasi ; dengan pengulasan flor pada lesi )
  • Size 1 : kavitas kecil di permukaan sampai dentin ( dilakukan restorasi )
  • Size 2 : kavitas dentin yang cukup dalam sehngga diperlukan restorasi dan sisa jarinagan gigi cukup kuat untuk menahan restorasi.
  • Size 3 : kavitas lebih luas cusp dan tepi insisal terlibat samapi pecah/ tidak kuat lagi menahan tekan oklusi , kavitas perlu di perlebar sehingga restorasi dapat dibuat aggar menyangga sisa struktur gigi yang ada.
  • Size 4 : kavitas / karies yang luas dan kehilangan banyak struktur gigi ; kehilangan cusp/insisal.[1]
Site
Size
Minimal
1
Moderate
2
Enlarged
3
Extensive
4
Pit & Fissure
1
1.1
2.1
3.1
4.1
Aproksimal
2
1.2
2.2
3.2
4.2
Servikal
3
1.3
2.3
3.3
4.3









  • site1-size 1 (1.1) : pada 1 area pada fit dan fissure .Dilakukan kombinasi antara restorasi dan fit and fissure sealant pada bagian fissure lain.
  • site 1-size2 (1.2) : lesi sedang ,semua fit dan fissure terlibat .
  • site 1-size 3(1.3) : lesi besar dan melibat kan satu  atau lebih dari satu cusp.
  • site 1-size 4(1.4) : lesi lebih luasdan disertai dengan kehilanga satu atau lebih dari satu cusp yang hilang.
  • site 2- size1 (2.1) : kavitas dipermukaan enamel,sedikit mencapai denti.
  • site2- size 2 (2.2): lebih dalam ke denti, marginal ridge  rapuh dan pecah, masih ada sejumlah struktur gigi yang memadai untuk dipreparasi.dan bisa untuk bekas kavitas kelas 2 GV Black.
  • site 2 – size 3 (2.3) :  kavitas dentin yangg cukup dalam pada gigi posterior degan dasar cusp terbelah / berpotensi untuk terbelah . karies proksimal yag luas degan kerusakan di sudut insisal yang dalam pad a gigi anterior.
  •  site 2 – size 4 (2.4) : kehilangan setidaknya 1 cusp pada gigi posterior.Kerusakan yang luas pada tepi insisal gigi anterior.Bisa karena karies / traum
  • site  3 – size1 (3.1) : karies aktif tahap awal / gigi rusak non karies didaerah servikal gigi manapun, disekeliling  daerah kecembungan gigi
  •   site 3 – size 2 (3.2) : karies lebih lanjut / kerusakan gigi yang cukup luas didaerah servikal pad agigi manapun, disekeliling daerah kecembungan gigi
  •   site 3 – size3 (3.3) : karies lebih lanjut / kerusakan gigi non karies pada tepi/batas servikal daerah interproksimal antara gigi manapun (karies permk.akar)
  •   site 3 – size 4 (3.4) : karies lanjutan / kerusakan gigi non karies di tepi/batas servikal pada gigi manapun.Dan  lebih dari 1 permukaan yang terlibat. 




Mengenal struktur gigi